Mereka bilang kita cocok. Temanku bilang kita serasi. Tapi, cocok bukan sekedar apa yang terlihat dari fisik saja bukan? Itu katamu. Aku disini juga berusaha berlari. Berlari dari perkataan mereka yang sempat juga membuatku melayang terlalu jauh. Melayang menuju angan tentangmu. Angan. Iya. Hanya sebatas angan di atas awan. Tapi sebanyak aku berlari, sebanyak itu pula mereka mengejarku. Perasaan itu. Mereka menghantui aku dengan perasaan ini. Dimana katamu harusnya bisa dinikmati. Tentu, aku menikmati ini. Rasaku padamu yang entah sejak kapan memenuhi aliran darahku. Memenuhi sebagian besar pikiranku. Mengambil alih lahan khayalku. Apa kamu tahu itu? Setiap detik. Setiap menit. Setiap jam. Setiap hariku. Dimana ada kamu disana. Berdiri jauh disana. Sulit untukku gapai. Senyum salam sapa ramahmu. Pertemanan kita. Peran yang aku jalani dihadapanmu. Apa kamu tahu? Apa kamu menyadarinya? Rasa ini lebih dari itu. Meletup kuat didalam dadaku. Membengkak. Seakan jika kau, benar adanya, menyentuhnya, walau sedikit saja. Akan meledak. Mengaga. Meluapkan isi yang ada. Tapi jika tak juga kau sentuh, atau sekedar meliriknya. Akan kupaksa untuk mengempis. Kupaksa untuk hilang. Kuhancurkan. Agar semua ini tak mengganggu hidupmu. Seperti yang kau selalu bilang.
Ternyata cerita kita ini sampai pada akhirnya juga ya. Walaupun bukan akhir seperti yang kita rencanakan di awal, tapi semoga sudah sesuai dengan yang kamu inginkan. Sesuai kata-kata pisahmu waktu itu, yang tidak memberi aku pilihan jawaban, buat aku harus mengiyakan. Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, ini salah siapa ya? Semua ini bisa saja memang benar salahmu, atau salahku? Atau salah kita? Iya, salahmu. Kamu yang bilang sendiri, ingin semua ini jadi serius. Aku bilang, kita coba dulu pacaran, kenal juga baru kan? Kamu yang bilang sendiri, oh sudah siap, sudah yakin sekali pokoknya dengan alasan ini itu. Kamu tahu kan, aku si hobi banyak mikir ini tidak semudah itu bisa percaya. Tapi, kamu mulai cerita tentang hidupmu yang katamu ini belum banyak yang tahu. Kamu yang bilang sendiri, kalau aku bisa terima itu semua, kita bisa lanjutkan cerita. Kamu tahu kan aku bisa terima? Jujur saja sejak itu aku pikir, oh mungkin kali ini bena...
asih dah. post nya sedap nih.
BalasHapusbaris 13, kata ke-5. mungkin maksudnya "menganga" ?