Langsung ke konten utama

Trip to Singapore (Part 2)

Hai!
Akhirnya saya bisa memenuhi janji saya untuk menulis lanjutan liburan singkat kami 2 bulan lalu.
Selamat menikmati :)

***Day 2 (27/9)
Di hari kedua ini agaknya kami terlalu bersemangat karena bangun terlalu pagi (Padahal dulu kalau kuliah bangun kesiangan terus, hehe). Memang sesuai jadwal yang telah kami tetapkan sebelumnya, jam 7 pagi harus sudah siap untuk sarapan. Kami turun menuju ruang makan di lantai dasar hotel. Saya cukup terkejut ternyata langit di luar masih gelap seperti jam 6 pagi kalau di Indonesia dan sarapan belum disediakan bahkan kulkasnya pun dikunci :( (sarapan hotel seharusnya dimulai jam 8 pagi). Untungnya, kami turun membawa bekal kami, yaitu mie instan dalam cup. Namanya juga mahasiswa :) 

 Kondisi sarapan di (ke)pagian hari.

Selesai sarapan, kami langsung berangkat menuju destinasi kami hari itu, yaitu: Sentosa Island. Setelah berpusing-ria membaca peta MRT, akhirnya kita sampai di mall menuju Sentosa Island dengan terlalu pagi juga. Untuk menuju ke Sentosa Island, kami perlu menggunakan Sentosa Express atau berjalan kaki (tapi jauh). Namun karena loket tiketnya belum dibuka, kami memutuskan berjalan-jalan disekitar tempat itu. Pemandangannya bagus juga loh!

Pemandangan di bagian luar mall menuju Sentosa Island.

Sekitar pukul 9 pagi, petugas yang bekerja di pintu masuk menuju Sentosa Express. Beruntungnya kami hari itu karena sebelum ke Singapore, kami telah memesan tiket Sentosa Express E-voucher melalui Traveloka. Selain ternyata harganya lebih murah, kami juga bisa langsung masuk ke dalam "stasiun" Sentosa Express tanpa perlu mengantri untuk membeli tiket lagi. Yeay!
(Harga tiket sekitar 175 ribu/ 4 orang, murah yah!)

Naik Sentosa Express di pagi hari, kami jadi seperti pekerja disana (?)

Sesampainya di Sentosa Island, kami terheran-heran lagi karena ternyata belum banyak atraksi/wisata yang buka. Ini bisa jadi pelajaran untuk kalian yang mau jalan-jalan ke Singapore: sepertinya negara ini baru benar-benar aktif pukul 9 keatas. So, persiapkan baik-baik ya! Akhirnya kami memutuskan berkeliling di sekitas Sentosa Island, sambil menunggu wahana yang kami tuju buka. Sebenarnya jadi lebih capai karena jalan kaki terus, tapi menyenangkan kok!

 Menunggu di kafe yang belum buka.
Pantai sesuatu di Sentosa Island (lupa namanya hehe)

Sekitar pukul 10 lewat, kami menuju tempat atraksi utama yang kami inginkan menggunakan Sentosa Express. Jangan khawatir, karena tiket tersebut berlaku tanpa batas selama 1 hari itu loh! Kebayangkan dengan harga semurah itu, kalian bisa mengelilingi Sentosa Island dari pagi sampai malam (kalau belum capai ya, hehe).

Luge and Skyride merupakan wahana yang kami tunggu-tunggu (karena terinspirasi vlogger Arief Muhammad). Sama seperti Sentosa Island, kami juga telah memesan e-voucher atraksi ini saat di Indonesia melalui Traveloka. Saya dan teman-teman saya sangat merekomendasikan untuk membeli tiket wahana ini sebelumnya. Selain karena harganya lebih murah, kalian jadi lebih mudah dan tidak perlu mengantri lebih lama. Dan.... hal penting yang kami sadari ketika disana adalah Traveloka menawarkan paket wahana ini dengan lebih variatif dan menguntungkan kantong tentunya. 

Kami saat itu memesan Luge and Skyride experience 1x (sekitar 579 ribu/4 orang), jadi kami dapat menaiki kedua wahana tersebut sebanyak masing-masing satu kali. Berbeda dengan paket yang ditawarkan di loket karcis wahana, hanya ada paket untuk menaiki masing-masing wahana (jadi tidak ada paket combo) yang harganya jadi lebih mahal. Untung ada Traveloka ya!

Mengutip slogan wahana itu, once is never enough, it's so much fun dan rasanya ingin lagi, lagi, dan lagi!!!! Kalau kalian disana ketagihan, bisa pesan lagi tiketnya di Traveloka. Lebih praktis bayarnya, karena tinggal transfer via e-banking! Kalian bisa lihat review saya dan orang lainnya juga loh di websitenya :)

 Skyride dengan muka saya yang takut ketinggian, tapi seru bisa lihat Sentosa Island dari atas.

Sebelum naik wahana Luge, bisa pilih helm sesuai ukuran kepala kalian loh!

Setelah puas naik wahana Luge dan Skyride, kami menghabiskan sisa waktu kami di Sentosa Island dengan berfoto-foto di depan Universal Studio dan belanja. Iya, kami tidak masuk karena budget harus dialihkan pada hal lain hehehe (bisa pesan tiket Universal Studio di Traveloka juga loh!). Jangan lupa kalian harus beli pop corn Singapore yang enak dan terkenal itu!

Ada ibu-ibu ikut foto :")

Dari Sentosa Island kami melanjutkan perjalanan menuju Haji Lane Street yang terkenal dengan mural di dinding jalannya. Foto-able banget deh!

 Haji Lane Street, Singapore.

Selanjutnya, kami menuju Bugis untuk berbelanja oleh-oleh dan makan siang. Disana kami makan siang ikan goreng tepung di restoran siap saji, karena cukup sulit juga menemukan makanan halal atau saya yang tidak tahu? Kemudian, kami membeli beberapa coklat di Mustafa dan menghabiskan sore-malam di China Town, belanja lagi :) Menurut pengamatan saya, barang-barang di Bugis dan China Town hampir sama tapi lebih murah di China Town. Jadi, supaya tidak menyesal sebaiknya pergi ke China Town terlebih dahulu lalu Bugis. Pemandangan China Town juga lebih menarik karena banyak lampionnya.

 Lampion di China Town

Hal menarik lainnya selama di China Town kami bertemu mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah (sepertinya) di Singapore. Namun, kami hanya berbicara sedikit karena sudah lelah. Akhirnya saya bisa merasakan "kesenangan" yang orang bicarakan saat bertemu teman satu "kampung" di negara orang :)

Selanjutnya, kami makan malam dan pulang menuju hotel menggunakan MRT.

Hari itu adalah yang sangat melelahkan tapi juga menjadi yang paling menyenangkan selama di Singapore :)
.
.
.
.
Wait for the last part (3) soon!

ps: Jalan-jalan ke luar negeri #jadibisa dengan Traveloka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terakhir deh ini (ruwet banget isi kepala w)

Ternyata cerita kita ini sampai pada akhirnya juga ya.  Walaupun bukan akhir seperti yang kita rencanakan di awal, tapi semoga sudah sesuai dengan yang kamu inginkan.  Sesuai kata-kata pisahmu waktu itu, yang tidak memberi aku pilihan jawaban, buat aku harus mengiyakan.  Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, ini salah siapa ya? Semua ini bisa saja memang benar salahmu, atau salahku? Atau salah kita? Iya, salahmu. Kamu yang bilang sendiri, ingin semua ini jadi serius.  Aku bilang, kita coba dulu pacaran, kenal juga baru kan?  Kamu yang bilang sendiri, oh sudah siap, sudah yakin sekali pokoknya dengan alasan ini itu. Kamu tahu kan, aku si hobi banyak mikir ini tidak semudah itu bisa percaya.  Tapi, kamu mulai cerita tentang hidupmu yang katamu ini belum banyak yang tahu.  Kamu yang bilang sendiri, kalau aku bisa terima itu semua, kita bisa lanjutkan cerita.  Kamu tahu kan aku bisa terima? Jujur saja sejak itu aku pikir, oh mungkin kali ini bena...

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

good song!

Invisible - Taylor Swift She can’t see the way your eyes light up when you smile She’ll never notice how you stop and stare whenever she walks by And you can’t see me wantin you the way you want her But you are everything to me [Chorus:] And I just wanna show you She don’t even know you She's never gonna love you like I want to You just see right through me but if you only knew me We could be a beautiful miracle unbelievable instead of just invisible There’s a fire inside of you that can’t help but shine through She’s never gonna see the light No matter what you do And all I think about is how to make you think of me And everything that we could be [Chorus] Like shadows in a faded light Oh we’re Invisible I just wanna look in your eyes and make you realize I just wanna show you she don’t even know you Baby let me love you let me want you You just see right through me But if you only knew me We could be a beautiful miracle unbelievable instead of just i...