Kemarin aku kembali ke kota hujan kita.
Aku menapaki jejak langkah kita yang dulu sejalan.
Menikmati sisa-sisa udara yang sempat kita bagi bersama.
Mengejar bayang-bayang tawa kita yang kusimpan rapi disana.
Sejenak aku lupa, bahwa kita tidak pernah benar-benar ada.
Aku tetap suka hujan dengan petir-petir itu.
Ia berbisik padaku, berbagi cerita akan kabarmu yang ia juga tak tahu.
Aku tidak baik, jika kamu ingin tahu.
Kota hujan, masih saja hujan dan kamu masih saja kamu yang bukan milikku.
GK.2017
GK.2017
Komentar
Posting Komentar