Hai hai! Haaaaaiiiiiiiiiiiii *\(^-^)/* Ceritanya sih mau nyombong dikit nih, berhubung status udah bukan 'siswa' lagi. Eak~
Dari kemaren gue mikirin ginian.. Oh, jadi gini toh rasanya lulus SMA... Bentar lagi jadi mahasiswa deh... Entah mesti seneng atau sedih, karna bakal segera meninggalkan rumah. Tinggal di kota orang, tanpa orang tua. Duh :"
Sekarang nih, rencananya gue mau berbagi cerita tentang orang-orang yang udah bikin banyak memori di otak gue yang sangat gak bisa gue lupain. Tapi berhubung tiap orang punya cerita, gue gak akan ngepost satu kesatuan langsung disini. Rencanannya mau gue pisah-pisah di beberapa postingan kedepan. Semoga mood gue tetap aman terjaga sampai semuanya bisa terposting dengan menarik.
Mulai dari Resda (X.2), JB, Seone (XI IPA 1), GO2IPA01, Douzpatel (XII IPA 3), dan Mekosis. Mereka-mereka inilah yang udah bikin masa SMA gue yang 'gak banget' ini lebih berwarna :)) Those posts will be dedicated special for them. Let's see & enjoy then :D
Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...
Komentar
Posting Komentar