Langsung ke konten utama

A big happiness

Apa sih yang selalu bisa bikin orang di dunia ini merasakan kebahagiaan? Diantaranya mungkin ada hal-hal kecil, seperti pertemanan atau persahabatan. Siapa sih yang gak bahagia punya banyak temen? Punya banyak orang yang care dan sayang sama dia? Punya banyak orang untuk berbagi? Setidaknya seperti yang kita tahu sejauh ini, bahagia itu sederhana.

Gua sendiri sebagai cewek biasa yang hidupnya bisa dibilang agak flat, bisa bahagia banget karena hal-hal kecil seperti di atas. Beberapa minggu terakhir ini emang mood gua lagi gak stabil banget. Apalagi masalah seperti ini. Gua bahkan pernah berpikir untuk menjauhi teman-teman gua. Enggak tau kenapa, gua ngerasa kayak gua tuh 'kurang' dibutuhin mereka dan kadang dianggap gak ada. Mungkin gua juga lagi pusing amsyong banget gara-gara masalah pelajaran dan hati. Bagaimana bisa seseorang bertahan dengan masalah yang datang bertubi-tubi dari segala sudut kehidupannya? Ini berlangsung berhari-hari.

Sampai ketika gua terbangun di pagi hari dan teringat, hey hari ini tanggal 21 September! the moment when I was born. Antara senang dan sedih bercampur jadi satu. Apa kalian ingat? Dan ternyata kalian semua mengingatnya. Senang rasanya mendengar setiap ucapan selamat dan doa yang mengalir. Terbersit satu petanyaan, apa kamu yang disana ingat? Tentu saja tidak. Bahkan mungkin kamu tahu saja tidak.

Dan apa yang gua bilang 'big happiness' itu adalah moment ketika orang-orang yang gua sayang memberikan kejutan yang membuat senyum pun tak sudi pergi dari wajah. Bahkan beribu-ribu kalimat terima kasih pun tak sanggup membayar mahalnya nilai kebahagiaan ini.

Di mulai dari mama&papa yang super duper the best banget deh. Dilanjut Douzpatelss yang gila, karena udah tega nabokin gua, foto jidat gua yang super sexy ini lalu menjadikannya dp bbm, good job guys!-_- Dan seterusnya, Indry, Ratih, Seone yang bikin muka gua acak kadut. Lalu, anak-anak GO 2IPA01 yang cieee romantis banget nih pada dateng ke rumah gue. Yang bawa kuenya itu loh! siapa........ hehee Dan yak, JB^!

Generally, gua mau makasih banget buat ucapan-ucapan, doa-doa, kue, dan kado dari kalian semua. Semoga kalian dapet pahala semuanya yaaa karena udah bikin gua bahagia tiada tara. tsah. Semoga gue juga jadi better woman..........


Dan pada akhirnya gua sampai pada suatu kesimpulan, yaitu bagi seorang teman, hal-hal kecil seperti ucapan maaf, terima kasih, dan selamat akan sesuatu yang udah dia capai itu berarti banget. Jadi, mulai sekarang kenapa enggak kita lebih sering mengucapkan kata-kata itu kepada teman kita. Apa salahnya sih membuat orang lain bahagia? So start caring your friends! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...