Langsung ke konten utama

Ketika semuanya terpaksa menjadi 'Memori'

Banyak orang yang bilang, masa-masa kelas 2 SMA itu masa yang paling 'indah dan bahagia'. Gua pernah bilang, iya emang indah kalo punya pacar mah~  Tapi ternyata gua salah! Percaya deh, punya pacar itu bukan sebuah ukuran kebahagian hidup seseorang. Buktinya, orang-orang disekitar gue yang pacaran gak selalu bahagia, emang sih hidup gak mungkin ya kalau bahagia setiap saat, tapi berantem setiap saat juga gak enak kan?
Masih banyak lah kebahagiaan lain, kayak pertemanan atau persahabatan. Ya kayak gitulah yang kira-kira gua rasain di kelas 2 SMA ini.. Gue emang gak punya pacar atau someone special atau apapun istilahnya itu, tapi tetep bisalah semangat ngejalanin hari-hari gue. Walaupun yaaa kadang suka iri lah, ngeliat orang-orang yang pacaran pada anniv, ngasih kejutan, banyak yang ngucapin dan segala macem ritual lebay lainnya. Tapi yasudahlah yah, shows must go on~ Gua masih punya banyak temen yang rata-rata punya prinsip sama, 'single happy' atau mungkin bisa dibilang senasib, paitnya bisa dibilang belom laku :pv  Gua ngerasa mereka tuh baik banget sama gue, mau aja temenan sama gue yang super duper ngeselin :$ 
Tapi kalo harus liat keadaannya sekarang yah, kadang gua pengen nangis. Sekarang udah kelas 3 dan bentar lagi lulus terus masuk perguruan tinggi. Kita bakal kepisah-pisah. Pasti semuanya mencar untuk ngejar cita-cita masing-masing. Kata orang kan, 'persahabatan itu adanya di SMA, kuliah itu individual.' atau 'lo gak bakal nemuin masa-masa kayak SMA pas kuliah nanti' Sedih yah..  Tapi yaaaaa namanya juga hidup, pasti ada perpisahan disetiap pertemuan, yakan? o:)
Semua kejadian, kesan dan harapan yang mungkin masih banyak banget yang belom bisa diwujud-in harus dikubur atau terkubur dalem-dalem jadi setumpuk kenangan manis yang harusnya gak boleh dilupain.

Gua cuma mau makasih banget sama orang-orang yang udah bikin gue kebanjiran kebahagiaan sampe gua kelelep di dalemnya dan lupa daratan. I just can't find any other happiness. Kalo kata Taylor Swift mah, You're the best thing that's ever been mine!

"Yesterdays gone we gotta keep moving on. I’m so thankful for the moments so glad I got to know ya. The times that we had I’ll keep like a photograph. And hold you in my heart forever. I’ll always remember you.... Everyday that we had all the good all the bad, I’ll keep them here inside. All the times we shared every place everywhere. You touched my life. Yeah one day we’ll look back we’ll smile and we’ll laugh. But right now we just cry. Cause it’s so hard to say goodbye......"
-I'll Always Remember You, Hannah Montana-



Special post for: JB, Seone, 2 IPA 01. Keep rock on, guys! \m/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

dua-lima

Tiba dimasa hidup bukan lagi tentang angka-angka di atas kertas. Bukan tentang siapa yang menang dari siapa, Tapi menyadari bahwa adanya makna, Pada setiap langkah dipijak, Pada setiap jalan dipilih. Merasa tercekat saat ditinggal orang-orang dekat. Sadari hidup sudah berputar pada porosnya masing-masing. Kesamaan tinggalah wacana basi di tahun-tahun lalu. Kamu punya waktumu sendiri, katanya.  Tapi sepi tetaplah sepi. Perasaan sedih seperti tertinggal bis dibelakang, kadang terasa nyata. Tapi, sebagai orang yang "dewasa", semua harus terlihat baik-baik saja. Banyak mimpi lama juga harus diganti realita. Berharap semoga masih ada peluang, barang setitik (.) Tapi semakin lama ternyata semakin hilang. Tanpa arah, terseok merakit mimpi baru yang "semoga" lebih nyata. Yakini, Kamu pasti bisa berdiri sendiri. Orang-orang bisa jadi sedang sibuk dengan dunianya sendiri,  Jadi, tidak akan mengerti kamu lagi. Ketika lelah "mencari", baiknya mungkin mulai "menja...

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...