Langsung ke konten utama

Kayak dulu~

Hellya bloggers! Masih setia disini bersama saya 'ghina dj'. Yak, kita mulai sajalah sesi penggalauan massalnya! Dimulai dengan lagu yang pas banget dengan suasana hati saya sekarang, Move on- Bruno Mars. #okeskip!
Spesial banget hari ini, untuk pertama kalinya gua ngeblog di malam takbiran! Yayaya, besok adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sejagat raya karena biasanya banyak makanan (?) yaitu Hari Idul Fitri. Oke sebelumnya gua mau ngucapin  'HAPPY EID MUBARAK! Mohon maaf lahir&batin \(^-^)/' untuk semua orang yang memperingatinya. Dan kenapa yak kok gue malem takbiran malah ngeblog. Aseli sebenernya gua bete banget, karena untuk pertama kalinya gue lebaran di Tangerang. Iya, Tangerang coy! Bosen banget gak sih lo?! :) Gue kangen banget kuningan dan seluruh rutinitas yang biasanya 'kita' lakuin disana. Kenapa tahun ini gua gak ke kuningan? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang~ Gua bukan mau bahas itu sekarang.

Jadi.... apa yang gua mau share sekarang itu sebenernya kayak yang biasanya aja yah. Cuma cerita konyol yang gak ada penting-pentingnya. Maaf deh ye, kalo gak suka gak usah dilanjut baca lah~
Beberapa hari yang lalu, gua bukber sama 2IPA01. Gua kangen banget nget nget sama mereka (jangan geer yg baca-_-) dan salah satu dari mereka itu... ada si onoan-_- Gua kangen sih sama dia, terakhir ketemu pas semesteran dalam bisnis. Saat itu, emang pas banget sama hari jadwal les gua dan parahnya Try Out-_- mau tau pola apa? pola SNMPTN. Yak, selamat gin going to hell. Pas lagi puyeng-puyeng ngebuletin, dia masuk. Eh ternyata dia ganti hari. Gua kaget, sekaligus seneng. Eh bukan berarti feeling itu masih ada ya. Eh tapi gatau juga sih~ Ajirlah, akhirnya gua ngeliat dia lagi xoxo Awalnya ya gitu... jadi kayak dulu lagi. Perasaan kayak lirik-lirikan *yekalilah-_- oke dan kita pun senyam-senyum gak jelas, antara lawak atau ngerasa gak enak. Kayak dulu lagi.
Dan dan yaaaaaaaaaaah tema-nya masih 'kayak dulu lagi', gua pun dibikin mati gaya sama dia seperti biasa. Orang gaul bilang, salting. Pas udah pulang, kita kan emang mau langsung ke tempat bukber. Berhubung gua wanita perkasa, gua gak bawa motor. Jadi.....nebeng. Gua tadinya udah janjian mau nebeng sama temen gua, diapun menyanggupi, tetapi dia malah php. Diapun tidak mau memboncengi gua. Kmpretlaus-_- Dan akhirnya gua pun jadi bahan ejekan di tempat parkir. Kalo kata hilman mah, dafuq? haha
Jadi kejadian di tempat parkir yang bikin gua mati gaya itu adalah ketika orang itu bilang.........
X : "Gin, lu mau bareng gua gak?"
G : "Enggak!"
X : "Yeh, jual mahal lu gin. Ntar nyesel luh gak bareng gua. Udah ayok, lu mau bareng gua gak? jarang-jarang kan. hahaha"
Dengan muka jailnya dia ngomong kayak gitu. Seth, kalo ada lampu light gede pasti keliatan banget tuh muka gue kayak cabe merah. Rasanya gua pengen nabok tu orang dah! Jirrrweehhh, dia tau gua 'dulu' suka sama dia, dan dia selalu begitu. Kayak dulu~ yaaaa kayak dulu selalu begitu huuuu~~~~~~
Tebak akhirnya gimana? Gak seru kok, gua bareng temen gua yang laen hahahahha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...