Langsung ke konten utama

lanjutan dari.........................

Yak, mungkin saat ini banyak nyang bertanya-tanya 'eh si ghina lagi doyan ngpost yah?' 'imajinasinya lagi encer yah?' atau 'jomblo ya dia? makanya ngpost mulu' gak enak deh yang terakhir, aseli-_- tapi emang yah.. entah kenapa gua lagi pengen aja gitu nulis. Istilah gaul anak jaman sekarangnya mah, lagi ingin mencurahkan isi hati *eaa dan untuk masalah gua jomblo apa enggak yah.. gua gak jomblo, cuma single (sama aja giiin-_-v) hehe. Tapi ingat baik-baik yah, gua bukan jones (jomblo ngenes). I have much other things to do than just to be a 'jones'. Walaupun ya, gua emang terkadang suka galau. Wajar dong yah? gue cuma remaja biasa, like others, like you. Tapi bukan galauin mantan yang kemaren loh! Aseli deh, cuih cuh cuh. Please jangan jadi penggosip kesiangan.

Jadi kawan-kawan, sekarang gua mau ngelanjutin entry tanggal 27/1/2012. Yang belum tau, liat sendiri yaaa KLIK DISINI . Sebenernya bukan mau ngelanjutin juga sih, ya seperti yang bisa kita liat juga disitu entrynya udah selesai yah hehe-_- tapi ceritanya belum selesai! Masih berlanjut. Menjadi sedikit lebih miris.
Di entry itu bisa diliat, gua sangat sangat seneng banget bisa ketemu lagi sama 'dia'. I felt so in love with him at that time. Tapi sekarang...... kenyataannya memang harus dirubah 180 derajat. Gua harus benar-benar mundur, menjauh dari dia. Dia udah punya seorang gadis yang sangat sangat ia sayangi dan juga menyayangi dia, seperti gue. Temen-temen dia -temen gue juga- yang dulu ngemangatin gue, dukung gue abis-abisan, sekarang bilang....'jangan ganggu mereka ya gin' sedikit emosi sebenernya gue-_-  hey! please banget emang siapa yang mau ganggu mereka? gua cuma pengen tau aja. Gue kepo. Gue pengen nangis sebenernya pas tau, tapi untungnya gak keluar hehe Gua sempet ngejutekin dia cukup lama loh, beneran deh. Gua bisa, gak percaya?
Tapi beberapa saat kemaren, dia bikin gua jadi gak bisa jutek lagi sama dia. He smiles and stares at me. Too deep to explain. Dia selalu aja bisa bikin gua spot jantung. He makes my heart beats faster again. Tapi gua gak pernah berharap perasaan yang dulu itu terangkat kembali. I swear. Dan apa yang tambah bikin gua kecewa itu, temen gua gak mau jujur sama gua. Dia seakan-akan nutupin aja kalo dia udah taken. Setiap gua tanya, pasti bilangnya gak tau. Sempet gua jebak tuh dia kemaren, kesel sih gua-_- kira-kira seperti ini deh....
Gue: Dia udah punya cewek kan yah?
X: Emang iyah? eng.. enggak tau deh gue
Gue: Si *niiiiiit kan ceweknya?
X: Iyah kok lu tau? elu kenal?
Gue: Dia temennya temen gue. bingung kan lu-_-
X: Ooooh, iya iya emang itu ceweknya
(Maaf ya gua gak sebut nama sedikit pun, demi kebaikan semua insan :p)
Tuh kan............ ketauan kan, dia sebenernya udah tau, tapi kenapa dia gak bilang. Kata temen gua, mungkin dia gak mau nyakitin gue, dia jaga perasaan gue. Jadul banget gak sih alesannya? dikira gua bakal bunuh diri kali kalo tau-_- Gue sendiri sebenernya belom konfirmasi sih sama dianya. Tapi akan gua lakukan.

Kalau mau tau, sekarang ini perasaan gua ke 'dia' udah... bisa dibilang.... gak ada lagi.

Btw, maaf yah jadi melow gitu deh hehe-_-v
Jangan bosen-bosen yaaaa liat-liat blog gua ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...