Langsung ke konten utama

Comic-addicted!

Hell-o holla semuanya! Mungkin sebagian dari kalian yang baca ini udah pada tau gua suka baca komik (yeah!). Walaupun sebenernya gua belum bisa di bilang comic-addicted yang jiwanya bisa mati tanpa komik dan koleksi komik gua juga ya.... bisa dibilang sangat sedikit untuk takaran seorang pecinta komik (gua cuma punya kira-kira 2 rak buku), tapi kalo ditanya gua suka komik apa enggak, gua akan jawab lebih cepat dari kecepatan cahaya 'YA! sangat-sangat suka!!' Gua suka komik karena komik bisa mempengaruhi jiwa, hati dan pikiran gua. Serius, gak percaya? Coba aja deh! Mungkin sebagian orang khususnya remaja jaman sekarang menjadi idiot saat mereka sedang memainkan blackberry mereka, sedangkan gue.... gua akan sangat menjadi idiot saat baca komik, ya memang pada kenyataannya gua bukan blackberry user. Saat gua baca komik, gua gak denger apapun yang ada disekitar gue. Gue menjadi tuli sesaat karena seluruh pikiran gue terfokus pada satu titik, yaitu komik yang lagi gua baca. Ya, itu memang sensasi yang sangat gue suka saat baca komik. Tapi mungkin elu berpikir juga, kenapa orang yang idiot karena komik macam gua, hanya memiliki komik sedikit. Yap, itu karena adanya pembatasan pembelian komik dari orang tua gua tercinta saat gua masih kecil. Alasannya klasik, seperti selayaknya orang tua lainnya.. mereka takut belajar gua jadi terganggu karena baca komik melulu. Ya, gua tau pembatasan itu bagus juga kan buat gue. So, ya gue ikutin. Tapi sekarang, gua udah bebas. Gua boleh beli komik apa aja yang gua mau. Tapi masalahnya, no money. Komik sekarang harganya udah mahal T_T
Tapi sekarang jaman sudah maju, kita bisa baca komik online. Walaupun gak sedasyat sensasi baca di buku, gak ada salahnya ini bisa dijadiin alternatif saat kita gak punya uang. Disini gua mau kasih satu website yang yah.... sangat gua sesali karena baru gua temukan hari ini :$ Isinya, salah satu komik favorite gue yaitu Detective Conan. Oke cekidot guys! Langsung klik aja website di bawah ini :D






Read enjoy!!! ^-^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Terakhir deh ini (ruwet banget isi kepala w)

Ternyata cerita kita ini sampai pada akhirnya juga ya.  Walaupun bukan akhir seperti yang kita rencanakan di awal, tapi semoga sudah sesuai dengan yang kamu inginkan.  Sesuai kata-kata pisahmu waktu itu, yang tidak memberi aku pilihan jawaban, buat aku harus mengiyakan.  Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, ini salah siapa ya? Semua ini bisa saja memang benar salahmu, atau salahku? Atau salah kita? Iya, salahmu. Kamu yang bilang sendiri, ingin semua ini jadi serius.  Aku bilang, kita coba dulu pacaran, kenal juga baru kan?  Kamu yang bilang sendiri, oh sudah siap, sudah yakin sekali pokoknya dengan alasan ini itu. Kamu tahu kan, aku si hobi banyak mikir ini tidak semudah itu bisa percaya.  Tapi, kamu mulai cerita tentang hidupmu yang katamu ini belum banyak yang tahu.  Kamu yang bilang sendiri, kalau aku bisa terima itu semua, kita bisa lanjutkan cerita.  Kamu tahu kan aku bisa terima? Jujur saja sejak itu aku pikir, oh mungkin kali ini bena...

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...