Langsung ke konten utama

finally revealed.

Kali ini gua mau nulis tentang... hem.. dari judulnya aja udah bisa ketebak ya. Ini sebuah cerita tentang perasaan 'seseorang' ya akhirnya revealed atau bahasa gaulnya ketauan alias kebuka. Dan yak. seseorang itu sendiri adalah gue.
Sebelumnya kita flashback ke 2 tahun lalu, dimana seorang cewek kelas 3 smp yang hari-harinya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk UN dan les bimbel. Seketika ia bertemu dengan seorang cowok di tempat les yang notabene adalah pacar temennya sendiri. Deg. There was something different. Tapi dia belom menyadarinya, karna masih terikat dengan orang lain yang dia sangat sayang.
Yak, jadi kira-kita awalnya kayak gitu.. Lanjut ke part selanjutnya.
Selanjutnya, dia putus. Gua putus. Tapi lagi-lagi gua sibuk dengan kepengurusan masuk SMA dan segala macemnya. Gua gak pernah ketemu cowok itu lagi setelah masuk SMA. Mungkin sekitar 1 tahunan. Gua bahkan udah lupa sama mukanya, suaranya, semuanya. Juga perasaan gue.
Dan entahlah, kelas 11 ini gua sekelas sama dia. Lu mau tau perasaan gua kayak gimana? Kaget? udah pasti. Gua super duper zuper kaget! Seneng? hemm... yap oke gak bisa dipungkiri, gua seneng. Gua seneng, akhirnya setelah.... em beberapa tahun.. gua bisa ngobrol, bercanda, ketawa-ketawa, adu bacot, sms-an, telpon-an sama dia. How cool!! Dan yap! perasaan yang... oke bisa dibilang mungkin yah tertimbun didasar mulai terangkat ke permukaan. My heart always beats faster everytime I see him. Faster and faster. Tapi tetep yah, gua juga berlaku sewajarnya aja sebagai seorang 'teman' yang baik. Jadi ya hanya sebatas itu kemajuannya haha.
Selanjutnya entah mungkin karena kedekatan gua sama dia, anak-anak mulai pada curiga. Emang sih, dia itu ngobrolnya sama gua doang, cewek lain di kelas itu kaga. Parah emang -_- jadilah pertanyaan berhamburan silih berganti dikuping gua. Karena udah terpojok, akhirnya gua ngaku. Iya, gue suka. Mereka yang denger gua ngomong gitu mulai senyam-senyum gak jelas. Kucing emang!
Tapi ternyata emang guanya aja yang lebay. Gua pikir kalo ketauan mereka, gua bakal diakatain abis-abisan. Ternyata enggak. Mereka malah pada baik banget. Emang sih banyak pertanyaan ngenges kayak... 'elu kenapa gak bilang aja gin sama dianya?' 'apa mau gua yang bilangin?' 'mau gua comblangin gak?' atau pun pernyataan 'udah kalian berdua jadian aja' Astagah...... semuanya itu gak segampang kalian bicara. Everything needs prosess.
Gua punya sedikit cerita konyol nih...
Saat itu gua sama temen gua (cowok) -temen gua itu temen deketnya dia- lagi ngobrolin dia. Temen gua bilang gua harus nyoba dulu, jangan nyerah. Emang pada saat itu gua lagi mau nyerah akan perasaan gue ini. Terus, tiba-tiba dia dateng nyamperin terus bilang 'Tuh gin, coba dulu makanya.' Gua sama temen gua langsung diem. Abis itu temen gua langsung ketawa. Anjir lah......... gua disuruh nyoba sama orangnya langsung! ngoks abis -__-
Gua rasa dia udah tau... yaudahlah yah, dia juga udah suka sama orang lain.

My feeling finally revealed, so I must go away from his life or I'll get hurts.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...