Langsung ke konten utama

hell-O

Hey.. Hello... apa kabar semua? berjumpa lagi dengan saya..... *doh, basi banget-_-* Sebelumnya gua mau minta maaf karena...... *minta maaf sama siapa kali ya*  Oke yang ini serius *betulin letak kacamata* Gua mau minta maaf buat kalian yang "suka" baca-baca, liat-liat ataupun sekedar ngelirik blog gue ini, karena dari kemaren gua hanya menge-post lirik-lirik lagu, foto, gambar, video dan lain-lain yang "mungkin" dianggap kurang penting alias "nyampah". Sekali lagi.. maaf yaaaaaaaaaaaa *nangis guling-guling* Berhubung dari kemaren mood lagi gak memungkinkan untuk menulis sesuatu yang "penting". Gak punya topik yang bagus buat di tulis, males juga nyari topiknya. Daripada gua nulis yang gak jelas kan yeh.... mending gak usah. Dulu sih emang ada yang suka nyuruh-nyuruh gua nulis. Setia membaca apapun yang gua tulis, berkomentar asal tapi itu cukuplah buat gue ngerasa seenggaknya ada yang baca tulisan sampah gue, walaupun cuma dia. Tapi sekarang gua udah kaga tau lagi dah dia masih baca post-post gue apa enggak. Mungkin udah lupa juga. Yasudahlah. Dia-nya itu siapa? Doh, gua cuma bisa jawab dia itu temen smp gua. Yang tau, diem! Yang gak tau juga diem!  #eh (-_\\\) Daaaaaaaaaaaaaaan kenapa akhirnya gua bisa nulis lagi kayak gini itu karena gua terinspirasi oleh 'someone' diluar sana yang  baru aja gua liat blognya yang entah kenapa membuat tangan gua jadi gatel pengen ngetik-ngetik sesuatu yang "penting". Give thanks to 'someone's' there! *prokprok*

Yap, mungkin segitu aja yak pembukaannya! Okay, kali ini gua mau cerita tentang seorang temen gue, sebut saja X. Dia ini sebetulnya sudah gua kenal sejak 1 tahun yang lalu. Tapi ya emang gak deket banget. Yang bikin gua deket sama dia itu komik! Selebihnya hanya kenal biasa-biasa aja. Jelas banget gua gatau sifat dia itu kayak gimana. Dan sekarang.... she got problems! with herself. Dia gak mau sekolah. Dia depresi. Dia mengasingkan dirinya dari dunia luar *ceilaaah* Dia gak mau ngomong sama temen-temennya. Also to me. Banyak alasan yang beredar di kuping gua tentang kenapa dia kayak gini. Karna tugas lah, rumah jauh lah dll. Gua sendiri gak percaya, masa cuma karena hal-hal sepele kayak gitu dia depresi. Gimana gue.................................. -_-_- Tapi dia itu sadar loh, kalo tindakan dia ini salah. Gua salut sama dia, mau mengakui kesalahannya walaupun tidakannya tetep gak dirubah. okelah, mungkin ini udah keputusannya. Dia juga mutusin kayak gini pasti udah dengan pemikiran yang mateng kan? Gua cuma berharap ya, semoga dia bisa terbuka pikirannya, hatinya, supaya bisa balik lagi ke jalan yang bener *kayaknya ada yg aneh nih sama gue* Temen-temen juga pengen lo balik ke sekolah.................... oke, finally kita semua berharap lo tetep semangat ya!! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...