Langsung ke konten utama

Kampung Cina

Kampung Cina berada dalam kawasan perumahan Kota Wisata Cibubur. Untuk menuju Kampung Cina, Anda akan melewati deretan rumah-rumah mewah dengan ciri khas dari berbagai negara. Ada pula taman-taman dengan patung-patung unik yang khas seperti patung liberty, orang Indian dan patung lainnya.
Kampung Cina bisa dibilang sebagai tempat belanja yang menarik karena bangunan semua kios di kawasan ini menggunakan arsitektur Cina, begitu pula dengan warna merah dominan yang identik dengan kebudayaan Cina. Pada pintu masuk, terdapat gerbang yang mirip dengan pintu masuk sebuah kota yang ada di Cina yaitu Kota Terlarang. Gerbang ini berbentuk setengah lingkaran dan disebut Gerbang Kemakmuran.
Ada pula patung orang-orang Cina lengkap dengan pakaian dan rambut layaknya yang dipakai di Cina. Selain itu terdapat jembatan dengan sungai dibawahnya dan ikan mas. Tempat ini memang dibuat menyerupai negeri tirai bambu. Sepanjang perjalanan, terdapat kursi-kursi dari batu dan patung-patung lainnya sehingga nuansa perkampungan Cina tetap terasa.
Suasana Kampung CinaPernak-pernik yang dijual berhubungan dengan konsep yang ada, yaitu barang-barang yang menggambarkan negara Cina. Yang paling banyak dijual adalah baju chongsam (baju merah dengan kerah dan kancing khas orang Tionghoa), payung, tas, dompet dengan bordiran khas Cina, patung-patung untuk pajangan dan pernak-pernik lainnya. Tetapi, ada pula kios-kios yang menjual topi atau tas yang tidak bernuansa negeri Cina.
Barang yang dijual antara satu kios dengan kios yang lain tidak jauh berbeda. Harga yang ditawarkan juga hampir sama dan tidak bisa ditawar terlalu banyak. Para penjual di sini tidak memanfaatkan keadaan dengan mematok harga yang terlalu tinggi. Mungkin inilah sebabnya masih banyak orang yang senang untuk berbelanja di sini. Pengunjung bisa membeli pernak-pernik yang unik dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Wisata Keluarga di Kampung Cina

Pada bagian belakang kawasan Kampung Cina terdapat danau dengan sepeda air berbentuk bebek serta perahu motor yang akan mengajak Anda berkeliling di atas air danau. Kurang lebih, 1 perahu ini dapat menampung 12 orang. Ada pula kawasan yang disebut "Fantasy Island" dimana terdapat replika dinosaurus yang besar. Ini dapat menjadi tempat favorit untuk anak-anak.
Bila Anda merasa lapar, ada pula kios-kios yang menjual makanan untuk mengisi perut Anda. Di dekat danau ada food court yang menyediakan makanan ringan seperti bakso, gorengan, siomay, es durian dan jenis lainnya.

Kampung Jepang, Kampung Indonesia, dan Kawasan Amerika

Selain Kampung Cina, ada pula Kampung Jepang. Di Kampung Jepang terdapat patung dengan memagang samurai atau patung lainnya yang membuat kita seolah-olah berada di Jepang. Kios-kios tetap mengadopsi kebudayaan Jepang sehingga sangat menarik untuk dilihat.
Di bagian lain juga terdapat Kampung Indonesia. Di Kampung Indonesia, Anda akan melihat berbagai rumah daerah dan bangunan lainnya yang menggambarkan negara Indonesia. Salah satu contoh adalah adanya replika patung ikan suro dan buaya yang merupakan ciri khas kota Surabaya. Ada pula bangunan-bangunan khas Bali.
Satu kawasan lainnya adalah Kawasan Amerika. Di sini Anda juga akan menjumpai wilayah yang menyerupai dunia koboi di Amerika. Anda bisa menemukan patung dan kereta kuda lengkap dengan koboi yang menunggangi.

Berkunjung ke Kampung Cina

Kawasan yang masih ramai dikunjungi adalah pada bagian kawasan Kampung Cina. Pada saat-saat tertentu, kawasan Kampung Cina menyediakan hiburan yang tetap khas dari negeri Cina, misalnya pertunjukan barongsai yang menarik perhatian. Sedangkan untuk kampung lainnya seperti Kampung Jepang dan Kampung Indonesia cukup sepi, banyak kios yang tutup sehinngga pengunjungnya semakin sedikit. Untuk masuk ke Kampung Cina tidak dipungut bayaran, hanya saja bila Anda ingin masuk ke Fantasy Land, naik sepeda air atau perahu motor, Anda harus menyiapkan uang lebih untuk mengunjunginya.

Mengunjungi Kampung Cina yang berada di komplek perumahan Kota Wisata dapat membuat Anda merasakan uniknya suatu kebudayaan. Jangan lupa berburu pernak-pernik unik khas negeri Cina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...