Di kafe itu aku dan dia hanya diam. Terhenyak dan tak tau harus mulai darimana. Perasaan yang bercampur aduk, antara sedih atau bahagia.
Dimeja kayu itu terdapat sepasang cincin berlian. Spesial disiapkan untuk malam ini. Tepat malam ini 17 desember 2010. Semuanya telah siap dan dirancang begitu sempurna.
“aku sangat mencintaimu” mulainya. “aku lebih mencintaimu dari yang kamu tahu.” Jawabku. “aku tahu kau pasti akan bahagia” lanjutnya. “ya aku tahu itu” entah mengapa hatiku bergemuruh dan airmata mendesak mengair.
“aku harus pergi, aku sangat mencintaimu” dan ya dia akan bertunangan oleh perempuan itu pilihan orangtuanya dan pastinya yang terbaik untuknya.
foto
Pagi ini matahari memaksaku untuk membuka mata. Kulihat handphone, ada satu pesan untukku.
‘berkunjunglah kesini. tante merindukanmu, ada yang ingin tante beritahu padamu. Tante tunggu dirumah siang ini.’
Ia adalah orangtua sahabatku sejak kecil. Dan sekarang aku sudah ada dirumahnya. Tak banyak berubah, masih seperti dulu.
Orangtua sahabatku itu mengajakku ke salah satu ruangan di lantai dua, disamping kamar sahabatku. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Saat aku masuk ke ruangan itu, begitu banyak foto-foto diriku. Lalu aku terhenyak mengingat kata-kata sahabatku sebelum pergi untuk selamanya
“suatu saat kau akan tahu siapa yang sangat aku cintai, fotonya terdapat diruangan samping kamarku.”
Lelaki pujaan
Dia!!! Rio namanya. Ia adalah cowo paling ganteng satu sekolah. Tinggi, putih, berhidung mancung, rambutnya ikal dan jago main basket. Yap dia adalah kapten basket. Orang tuanya pun berkecukupan, bahkan lebih. Semua perempuan mengejar-ngejarnya. Ingin jadi pacarnya atau hanya sekedar menjadi teman dekatnya.
Sempurnanya dia dan hidupnya. Semua laki-laki pasti ingin seperti dirinya.
Hingga suatu saat aku bertanya padanya “mengapa kamu tidak punya pacar hingga saat ini? Atau hanya sekedar teman dekat? Kamu itu sempurna, banyak pula yang menyukaimu. Tinggal pilih siapa yang mau kamu jadikan pacar.” “kamu mau tau alasanku kenapa begitu?” “ya” dan ia menjawab “i’m gay” “......................................”
majalah
Aku sendiri tak tahu harus kemana. Dan berhenti di penjual majalah, melihat-lihat kabar terkini. Itu adalah salah satu hobiku. Karna hari ini sedang cukup, aku membeli majalah ibu kota tentang gosip terkini selebriti tanah air.
Aku duduk di bangku taman. Sore itu sejuk dan indah.
Lalu di seberangku ada seorang lelaki membawa kamera dan mengarahkan kamarenya padaku. Aku salah tingkah dan terus saja membaca majalah.
Ternyata laki-laki itu adalah teman dari temanku. Karna penasaran aku melihat apa benar ia memotretku. Ketika aku melihat hasil jepretannya ternyata yang difotonya adalah gambar artis seksi di majalah yang ku pegang. Bukan aku L
facebook
aku pertama mengenalnya dari salah satu jejaring sosial yang sedang boom-ing saat ini, yaitu facebook. Ia adalah Bima. Kalu dilihat dari profil picture-nya ia sangat gagah dan sangat tipeku. Karna sedang single, aku ladenin saja chat dengan Bima. Lama-lama aku terpikat, banyak menghabiskan waktu chatting dengannya.
Tapi ia tak pernah mau menceritakan tentang hidupnya, nanti saja saat bertemu katanya.
Kita janjian bertemu di cafe daerah pondok indah.
saat datang kesana ternyata Bima telah menunggu. Dia cukup tua dibandingku. Setelah sejam berlalu, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki sekitar 3 tahun datang dan memanggilnya ‘papa’! ternyata ia seorang duda beranak satu -_-
by : http://cascisncusnaa.blogspot.com/
Komentar
Posting Komentar