Langsung ke konten utama

oke!

 hai :')
you know, i'm sad now.. hahahahahahahalebaay. jujur gua gatau sekarang harus seneng apa sedih. mungkin bisa dibilang gua udah agak gila sekarang. yah, haha seperti biasanya.. because him. pasti lo bakal bilang 'dia lagi dia lagi' emang kenyataannya gitu ya gimana dong. tapi sekarang udah beda, oke? gua sama dia 'just friend'. gua emang nganggep dia temen biasa, oke itu usaha gua buat gak ngarep dia lagi (Y). setiap gua mau ngejalanin misi gua itu (oke yang tadi gua anggep misi) malah banyak orang yang berusaha ngingetin gua lagi tentang dia, bangsat ni emang. hmm maaf gua jadi frontal. gua suka jadi sensitif kalo ngomongin ini. okey back to the topic. gua nganggep dia temen bukan berarti dia nganggep gua temen. gua gak tau kenapa dia nyolot sama gua. mungkin udah gak mau temenan lagi kali sama gua. kesel sih gua sebenernya, tapi yaudalah buat apa juga. gak akan merubah semuanya kan? semua orang yang gua curhatin (thanks before) bilang, 'yah dia emang orangnya gitu kan gin, keep smile to him mungkin nanti dia akan baik lagi sama lo' gue cuma jawab 'oke akan gua coba' tapi sampe sekarang pada kenyataannya gua belom mencobanya. okey you know, gua punya alesan tersendiri. pertama, gua malu gengsi tengsin dan entah apa itulah semua persamaannya. kedua, gua bisa melas kalo nanti gua senyum dia malah balesnya jutek ato gak tampang bingung gitu. ketiga, ntar kalo si ari, ied, ai liat bisa di katain gua. hmm apa lagi si ari ntar dia ngebacot lagi hadoh.
besok gua mau ke smp(Y) :D haaaa kangen sama anak-anak. gua mau ngajak dia juga. mau sms tapi males ntar dia jutek lagi. haaah yaudalah..
ohiya, gua kan buka-buka profil temen-temen gua. ya lu taulah gua kan iseng heee. gua buka beberapa notes, dan see it! pas gua liat langsung 'DEG' anjrit di apus! langsung aja gua apusin semuanya sekalian. lagian ngapus sih setengah-setengah. haaah bangsat! sorry gua jadi frontal lagi. abis gua kesel seeeekesel-keselnya hem! andai gua bisa teriakin ke kuping dia, OKE KALO LO EMANG MAU NGELUPAIN SEMUANYA DAN GAK MAU TEMENAN LAGI SAMA GUA! OKE!
maaf kalo terlihat lebay frontal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA by Nuril Basri (Nyoba Review)

  Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun yang tidak mengerti apa pun tentang dirinya yang tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar yang menggelinding kebingungan. * Buku ini aku dapat dari giveaway  yang penulisnya buat di twitter tahun 2019. Jujur (dan sorry) aku sebenarnya tidak pernah tahu Nuril Basri. Memang pengetahuanku akan penulis juga kurang, karena buatku membaca seringnya hanya tentang cerita dan isinya. Jadi, seharusnya sih review ini terlihat cukup jujur. Pada cover buku ini tercantum kutipan menarik dari British Council " One of five Indonesian authors to read now " yang agak meningkatkan ekspektasiku. Ditambah lagi, tercantum juga bahwa beberapa karya dari penulis ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia dan Inggris, membuatku tambah penasaran. Di tahun 2019, setelah membaca halaman-halaman awal, aku merasa kurang motivasi untuk melanjutkan. Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal, tap...

Haunted

Maybe you don’t know, The feeling of rejection, The broken thoughts, The lack ability to defend yourself… will haunt you… Before the important meeting you have to attend or along with the documents you evaluate. Yes, need to take a deep breath to focus on. In the middle of your pilates class. So, you have to take a deeper breath or you’ll be black out. Between your favorite TS’s bridge songs you listen everyday. A deep breath again, cause it should cheer you up. In every steps you take from work to a place you called home. Another deep breath to keep your balance, so you don’t fall in crowd. Even after a main scene of horror movie you try to watch. Pause - a deep breath - play. In all activities you did to distract, they’re always there. They haunted you. They haunted me.

Mengurai pikiran

Hari ini, 10 Mei 2020, di rumah, ditengah pandemik covid-19 Selama dua bulan dirumah aja karena pandemik ini membuat aku lebih banyak berpikir, lebih banyak khawatir. Aku menemukan diri sendiri yang sudah hampir berumur 25 tahun ini masih banyak kekurangan yang tidak bisa ditoleransi lagi. Semakin insecure pada diri sendiri, secara fisik, sifat, bahkan sikap/attitude. Diumur setua ini, aku merasa sulit dalam mengambil keputusan. Bahkan, keputusan kecil seperti membeli barang di e-commerce pun mikirnya bisa berhari-hari. Seringnya juga malah gak jadi. Apalagi masalah jalan hidup. Pusingnya udah kayak mau sidang skripsi setiap hari. Rasanya takut. Takut memulai,  Takut dengan konsekuensi di depan, Takut menghadapi orang, Takut salah. Memang dari kecil sudah dikesankan bahwa "salah" itu gak boleh. Gak bisa ada kesalahan. Salah jawab saat ujian, belajar yang benar, jangan tolol. Itu yang selalu dipikiranku. Walaupun sekarang sudah dijelaskan "salah itu waj...